Pelatihan Tenaga Kerja Terampil Aplikator Baja Ringan Tahun 2025: Wujud Peningkatan Kompetensi SDM Konstruksi di Kabupaten Kebumen
Pelatihan Tenaga Kerja Terampil Aplikator Baja Ringan Tahun 2025: Wujud Peningkatan Kompetensi SDM Konstruksi di Kabupaten Kebumen
Kebumen, 14 Oktober 2025 — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kebumen bekerja sama dengan Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI) menyelenggarakan Pelatihan Tenaga Kerja Terampil Aplikator Baja Ringan Tahun 2025, bertempat di Pendopo Momong Resto Kebumen.
Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta pelaksana dari penyedia jasa konstruksi se-Kabupaten Kebumen.
Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu program unggulan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, sektor konstruksi saat ini masih menghadapi tantangan serius terkait rendahnya kualitas hasil pekerjaan konstruksi. Kondisi tersebut ditandai dengan cepatnya kerusakan bangunan serta masih sering terjadinya kecelakaan kerja dan kegagalan bangunan.
Meskipun sebagian disebabkan oleh faktor alam, namun faktor human error masih menjadi penyebab utama, baik dari sisi perencana, pelaksana, pengawas, maupun pengguna jasa.
Melihat kondisi tersebut, Dinas PUPR Kabupaten Kebumen menilai pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi sebagai upaya menciptakan tenaga kerja yang profesional, berdaya saing, dan memiliki keunggulan kompetitif.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan:
Memahami konsep dan prinsip dasar baja ringan;
Menguasai teknik pemasangan yang sesuai standar;
Mengetahui prosedur keselamatan kerja di lapangan; dan
Siap mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat keahlian yang diakui secara nasional.
Dengan memiliki kompetensi sebagai aplikator baja ringan, peserta pelatihan akan memperoleh nilai tambah di dunia kerja, sekaligus menjadi bagian dari tenaga konstruksi yang profesional dan berdaya saing tinggi.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata Dinas PUPR Kabupaten Kebumen dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia konstruksi unggul, yang menjadi pondasi penting bagi keberhasilan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
