Kebumen Jadi Kiblat Sanitasi Asia Delegasi Kerajaan Kamboja Pelajari Sistem IPLT dan PAMSIMAS
Kebumen Jadi Kiblat Sanitasi Asia Delegasi Kerajaan Kamboja Pelajari Sistem IPLT dan PAMSIMAS
KEBUMEN – Kabupaten Kebumen kembali mempertegas posisinya sebagai pionir pengelolaan sanitasi di tingkat regional. Pada Senin (09/02/2026), Pemerintah Kabupaten Kebumen menerima kunjungan studi bergengsi dari The Ministry of Rural Development (MRD) Kerajaan Kamboja.
Acara yang berlangsung di Pendopo Kabumian ini diawali dengan penampilan apik Tari Nirmala, sebuah tarian tradisional yang menyimbolkan kesucian dan keramahan, sebagai bentuk penyambutan hangat bagi para tamu mancanegara.
Sinergi Internasional untuk Lingkungan
Acara dibuka dengan serangkaian sambutan penting, dimulai dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen, disusul oleh Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Infrastruktur Cipta Karya (SSPICK) Ditjen Cipta Karya Kementerian PU.
Pihak Kamboja yang diwakili oleh Direktur Proyek Rural Water Supply, Sanitation and Hygiene Improvement Sector Development Program (RWSHISDP) menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan Kebumen dalam berbagi ilmu mengenai infrastruktur dasar.
Bedah Teknologi dan Strategi
Dalam sesi paparan, Bapak Joni Hernawan, ST., MT., memaparkan secara komprehensif profil Kabupaten Kebumen, keunggulan operasional IPLT Kaligending, serta keberhasilan program PAMSIMAS di Desa Pasir. Di sisi lain, Ms. Mith Somountha selaku Manajer Proyek RWSHISDP membagikan gambaran singkat mengenai strategi MRD dalam memajukan sanitasi di pedesaan Kamboja.
Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif, di mana delegasi Kamboja sangat antusias mendalami aspek keberlanjutan dan partisipasi masyarakat. Sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan, Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani menyerahkan langsung souvenir dan plakat kepada para pimpinan delegasi.
Tinjau Lapangan: Melihat Langsung Inovasi di Kaligending dan Desa Pasir
Tidak hanya teori, rombongan delegasi didampingi tim Dinas PUPR Kebumen langsung bertolak menuju lapangan. Destinasi pertama adalah IPLT Kaligending untuk melihat proses teknis pengolahan lumpur tinja yang terstandar.
Kunjungan diakhiri di Desa Pasir, Kecamatan Ayah. Di sana, delegasi menyaksikan langsung bagaimana sistem penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAMSIMAS) dikelola secara mandiri oleh warga lokal. Keberhasilan Desa Pasir dalam menjaga ketersediaan air bersih menjadi inspirasi bagi delegasi Kamboja untuk diterapkan di negara mereka.
"Kunjungan ini bukan sekadar studi, tapi merupakan sarana pertukaran pengetahuan produktif untuk meningkatkan layanan dasar bagi masyarakat di kedua negara," tutup perwakilan delegasi sebelum meninggalkan lokasi.
